Breaking News
Home / Tips & Trik / 7 Jurus Laris Hypnoselling

7 Jurus Laris Hypnoselling

Saya pernah ditanya seperti ini, “coach bagaimana caranya supaya omset saya meledak? saya sudah capek-capek promosi, tetapi hasilnya masih nihil.” Saya tanya balik: “media apa saja yang dipakai?” Dia jawab: Facebook Saya tanya lagi: Berapa orang yang tanya-tanya? Dia jawab: Baru 1 orang saja. Saya tanya lagi: Berapa teman FB? Dia jawab: 50 orang saja. Kalau 50 orang semuanya tertarget mungkin masih bisa laris, tetapi kalau 50 orang bukan target market, sampai “kucing bertanduk” tidak bakalan laris. Laris itu bukan hanya karena promosi yang mengiurkan. Kadang mengiurkan buat sahabat saja, tetapi bagi yang membacanya promosi, malah jadi aneh. Promosi memang penting, tetapi ada faktor lain yang harus dipertimbangkan juga. Laris itu jarang sekali karena kebetulan, laris itu pasti ada prosesnya. Laris itu juga ada faktor-faktornya. Jadi tidak ada yang instan. Semua butuh proses. Kalau tidak ada proses, maka semua orang akan menjadi pedagang. Dalam buku Hypnoselling, akan dijelaskan proses dan pola laris. Sahabat bisa pakai pola ini entah sahabat mau online atau offline, atau mau menjual biasa atau menjual lebih murah bahkan bisa menjual lebih mahal. Ingat! Sahabat harus ikut polanya bukan caranya. Karena setiap produk dan target market berbeda-beda. Yang penting sahabat kuasai dulu polanya, kemudian sesuaikan dengan produk dan target market sahabat. Kita mulai....,
  1. Miliki Media Promosi
Media promosi sangat mempengaruhi traffic (atau pengunjung) kepada usaha sahabat. Semakin besar traffic yang sahabat dapatkan, nmaka semakin besar kemungkinan laris usaha sahabat. Jika traffic sedikit, maka sedikit juga kemungkinan laris. Berikut media promosi yang wajib sahabat miliki entah sahabat jualan online atau offline. ⁠⁠⁠✅ Website Website itu sebagai toko sahabat. Jadi kalau mau laris milikilah website karena potensinya tak terbatas, 24 jam, dan hemat. ⁠⁠⁠✅ Sosial Media Sosial media apa saja sahabat bisa pakai selamat target market sahabat pakai medsos tersebut. Makanya bisa coba semua, lalu pilih yang mana paling banyak mendatangkan trafic. ⁠⁠⁠✅ SocioChat SocioChat sahabat bisa pakai untuk membangun interaksi, relasi, promosi, follow up bahkan closing. Tapi kalau websitenya sdh punya "sistem toko online", biar closing di website, sosiochat dipakai untuk layanan yang dibutuhkan.
  1. Bangun Komunitas
Malam ini saya pakai kata komunitas, komunitas calon pembeli atau pembeli. Kalau terlalu berat rasanya, buat group. Group sahabat bisa digunakan untuk : ✅ Bangun Brand ✅ Edukasi ✅ Promosi Kenapa harus group atau komunitas? ✍ Sahabat sekali kerja/sharing, yang rasakan manfaatnya banyak. ✍ Sahabat sekali promosi, untuk orang banyak. ✍ Dan paling penting efek ikut2an. Kadang orang beli, karena banyak yang beli. Jadi ikut2an.
  1. Sharing
Sekarang sudah jamannya sharing2 dulu baru selling. No sharing, no selling. Sharing tujuannya : ✅ Supaya orang kenal aware siapa sahabat. (Personal Branding) ✅ Supaya orang trust dengan sahabat. Dengan ada sharing, orang akan semakin  dekat. ✅ Menciptakan interaksi. Ngak ada interaksi, ngak ada transaksi. Karena sekarang sharing dulu, baru selling, maka sharing itu penting.
  1. Kuasai Jurus Closing Hypnoselling
Dalam buku, 35 Jurus Closing Hypnoselling, kita bahas 1 saja dulu dan paling mudah. Reframing Reframing ada tehnik mengubah kata-kata sekalipun realitanya tetap sama, tetapi rasanya beda. Contoh: Keberatan pelanggan: "barang kamu kok mahal ya?" Jawaban biasanya: "ngak mahal kok, kamu butuh ngak!? Kalau kita reframe bisa: "sebenarnya barang kami sangat terjangkau, buktinya costumer kami banyak dan sering repeat order" Atau "Ya barang kami memang harganya premium itulah sebabnya pelanggan kami banyak. Harga premium kwalitas tinggi dan terjamin dan layanam juga lebih mendukung" Dari 2 contoh diatas, tidak mengubah harga produk, tetapi dengan mengubah kata, maka rasanya beda.
  1. Bangun team penjual
Team penjual sangat penting untuk jualan laris. Sehebat-hebatnya sahabat jualan sendirian, lebih hebat ramai-ramai. Ketika sahabat membangun team maka prinsip yang sahabat pakai adalah SEDIKIT x BANYAK x SERING.
  1. Edukasi Team Penjual
Mengedukasi Team Penjual memang punya tantangan tersendiri. Seperti salah satu client saya cerita; dia mengedukasi para reseller, ujung-ujungnya reseller langsung ke Supplier dan ambil costumer dan menjual lebih murah. Bahkan yang paling menyedihkan, sekaligus menawarkan ke pelanggannya karena waktu itu dia buat 1 group untuk semua. Sekarang tergantung sahabat. Apakah sahabat mau menerima resiko tersebut atau bertahan jualan sendiri. Jika sahabat punya team reseller hanya meminta mereka jualan tanpa pernah mengedukasi mereka, khusus tehnik closing produk sahabat, biasanya mereka cepat jenuh atau berhenti. Sahabat juga akan punya tantangan tersendiri, akan banyak problem solving juga yang harus sahabat berikan supaya mereka semakin percaya diri jualan. Saran saya belajarlah mengedukasi mereka dengan iklas. Jika mereka berhasil karena ilmu yang sahabat bagikan, berarti sahabat sudah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang tersebut dan ilmu sahabat juga ternyata terbukti. Belajarlah bersyukur karena manfaat ilmu sahabat, sekalipun sulit untuk melakukannya. Setidaknya sahabat sudah tahu manfaat edukasi yang sahabat berikan, sekarang tinggal review bagaimana mereka menjadi reseller yang setia, selain bonus dan edukasi carilah nilai tambah buat mereka.
  1. Kompetisi jualan antara member
Setelah sahabat edukasi mereka, biar ilmu langsung bisa dipraktekkan sahabat bisa membuat kompetisi jualan. Kompetisinya adalah buat target penjualan juara #1, juara #2 dan seterus. Terserah sahabat sampai batas berapa orang. Sekalian ini memicu mereka berlomba jualan, tehnik ini juga mengaktibatkan omset sahabat meledak. Satu kali salah satu team saya bertanya, “Pak, siapa sih team bapak yang paling top?” Saya jawab: “Semua team saya itu top, Cuma hasilnya doang berbeda”. Mungkin sahabat bertanya, “kenapa saya memberikan jawab demikian?” Jawaban saya sederhana: Bagi saya team saya semuanya sama, mereka sudah berusaha, hasil itu tidak bisa dipaksakan sama karena banyak faktor menentukan. Intinya: saya menghargai semua team saya, meskipun hasilnya berbeda-beda.😊

About Syariah Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *